Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_49_KWU

KOMPETENSI    INTI    DAN    KOMPETENSI    DASAR    PRAKARYA    DAN KEWIRAUSAHAAN SMA/MA/SMK/MAK

KELAS X 
KERAJINAN
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial adalah Menunjukan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran  tidak  langsung  (indirect  teaching),  yaitu  keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi siswa.

Penumbuhan  dan  pengembangan  kompetensi  sikap  dilakukan  sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:


KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN)

KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)

3.     memahami , menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

4.     mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

KOMPETENSI DASAR

KOMPETENSI DASAR

3. memahami karakteristik kewirausahaan (misalnya berorientasi ke masa depan dan berani mengambil risiko) dalam menjalankan kegiatan usaha

4. mengidentifikasi karakteristik wirausahawan berdasarkan keberhasilan dan kegagalan usaha



KOMPETENSI DASAR

KOMPETENSI DASAR

3. memahami perencanaan usaha kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda (misalnya cerita rakyat, mitos, simbol, tarian, pantun dan upacara adat) yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran

4. menyusun perencanaan usaha kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda (misalnya cerita rakyat, mitos, simbol, tarian, pantun dan upacara adat ) yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran

3.  menganalisis sistem produksi kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda dan material daerah sekitar berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

4. memproduksi kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda dan material dari daerah sekitar berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

3. memahami perhitungan biaya produksi (Harga Pokok Produksi) produk kerajinan dengan inspirasi budaya non benda

4. menghitung biaya produksi (Harga Pokok Produksi) kerajinan dengan inspirasi budaya non benda

3. memahami pemasaran produk kerajinan dengan inspirasi budaya non benda secara langsung

4. memasarkan produk kerajinan dengan inspirasi budaya non benda secara langsung

3. menganalisis proses evaluasi hasil kegiatan usaha kerajinan dengan inspirasi budaya non benda

4. mengevaluasi hasil kegiatan usaha kerajinan dengan inspirasi budaya non benda

3. memahami perencanaan usaha kerajinan dengan inspirasi artefak/objek budaya lokal (misalnya pakaian daerah, wadah tradisional, dan senjata tradisional) yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

4.7  menyusun perencanaan usaha kerajinan dengan inspirasi artefak/objek budaya lokal (misalnya pakaian daerah, wadah tradisional, dan senjata tradisional) yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

3. menganalisis sistem produksi berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat untuk kerajinan dengan inspirasi artefak/objek budaya lokal dan material dari daerah sekitar

4. memproduksi kerajinan dengan inspirasi artefak/objek budaya lokal dan material dari daerah sekitar berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

3. memahami perhitungan biaya produksi (Harga Pokok Produksi) produk kerajinan dengan inspirasi artefak/objek budaya lokal

4. menghitung biaya produksi (Harga Pokok Produksi) kerajinan dengan inspirasi artefak/objek budaya lokal

3.10 memahami strategi pemasaran produk kerajinan dengan inspirasi artefak/objek budaya lokal secara langsung

4.10 memasarkan produk kerajinan dengan inspirasi artefak/objek budaya lokal secara langsung

3.11 memahami proses evaluasi hasil kegiatan usaha kerajinan dengan inspirasi artefak/objek budaya lokal

4.11 mengevaluasi hasil kegiatan usaha kerajinan dengan inspirasi artefak/objek budaya lokal

B.  REKAYASA


Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi
tersebut  dicapai  melalui  proses  pembelajaran  intrakurikuler,
dan/atau ekstrakurikuler.kokurikuler, Rumusan  Kompetensi  Sikap  Spiritual  adalah  “Menerima  dan ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensimenjalankan Sikap Sosial. adalah Menunjukan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui

3. menganalisis sistem produksi produk transportasi dan logistik berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat
4. memproduksi produk transportasi dan logistik berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat


KOMPETENSI DASAR
KOMPETENSI DASAR

3. memahami perhitungan harga pokok produksi produk transportasi dan logistik

4. menghitung biaya produksi produk transportasi dan logistik

3. memahami cara menentukan pemasaran produk transportasi dan logistik secara langsung

4. memasarkan produk transportasi dan logistik secara langsung

3. menganalisis teknik dan proses evaluasi hasil kegiatan usaha produk transportasi dan logistik

4. mengevaluasi hasil kegiatan usaha produk transportasi dan logistik

3.7  Memahami perencanaan usaha kerajinan dengan inspirasi artefak/objek budaya lokal (misalnya pakaian daerah, wadah tradisional dan senjata ) yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran

4. Menyusun perencanaan usaha kerajinan dengan inspirasi artefak/objek budaya lokal (misalnya pakaian daerah, wadah tradisional dan senjata) yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran

3.8  menganalisis sistem produksi kerajinan dengan inspirasi artefak/objek budaya lokal dan material daerah sekitar berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

4. memproduksi kerajinan dengan inspirasi artefak/ objek budaya lokal dan material daerah sekitar dengan inspirasi budaya berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

3. memahami cara perhitungan biaya produksi (Harga Pokok Produksi) produk grafika

4. menghitung biaya produksi (Harga
Pokok Produksi) produk grafika

3.10 memahami strategi pemasaran produk grafika secara langsung

4.10 memasarkan produk grafika secara langsung

3.11 memahami proses evaluasi hasil kegiatan usaha produk grafika

4.11 merumuskan hasil kegiatan usaha produk grafika

C. BUDIDAYA

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensitersebut  dicapai  melalui  proses  pembelajaran  intrakurikuler,
dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan  Kompetensi  Sikap  Spiritual  adalah  “Menerima  dan ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi menjalankan
Sikap Sosial adalah Menunjukan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui
pembelajaran
pelajaran serta kebutuhan dan kondisi siswa.

Penumbuhan  dan  pengembangan  kompetensi  sikap  dilakukan  sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:


KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN)
KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)
3.     memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4.     mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

KOMPETENSI DASAR

KOMPETENSI DASAR

3. memahami karakteristik kewirausahaan (misalnya berorientasi ke masa depan dan berani menjalankan resiko) dalam menjalankan kegiatan usaha

4. mengidentifikasi karakteristik wirausahawan berdasarkan keberhasilan dan kegagalan usaha
3. memahami perencanaan usaha budidaya tanaman pangan meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran
4. menyusun perencanaan usaha budidaya tanaman pangan meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran
3. memahami sistem produksi tanaman pangan berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat
4. memproduksi tanaman pangan berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat


KOMPETENSI DASAR
KOMPETENSI DASAR

3. memahami perhitungan harga pokok produksi usaha budidaya tanaman pangan

4. menghitung biaya produksi (Harga Pokok Produksi) budidaya tanaman pangan

3. memahampemasaran produk usaha budidaya tanaman pangan secara langsung

4. memasarkan produk usaha budidaya tanaman pangan secara langsung

3. menganalisis proses evaluasi hasil kegiatan usaha budidaya tanaman pangan secara langsung

4. mengevaluasi hasil kegiatan usaha budidaya tanaman pangan secara langsung

3. memahami perencanaan usaha yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran untuk produksi tanaman hias berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

4. menyusun perencanaan usaha yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran untuk tanaman hias berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

3. menganalisis sistem produksi tanaman hias berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

4. memproduksi tanaman hias berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

3.9  memahami perhitungan biaya produksi (Harga Pokok Produksi) produk tanaman hias

4.9  menghitung biaya produksi (Harga
Pokok Produksi) tanaman hias

3.10 memahami strategi pemasaran produk usaha budidaya tanaman hias secara langsung

4.10 memasarkan produk usaha budidaya tanaman hias secara langsung

3.11 memahami proses evaluasi hasil kegiatan usaha budidaya tanaman hias

4.11 mengevaluasi hasil kegiatan usaha budidaya tanaman hias

D.  PENGOLAHAN

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensitersebut  dicapai  melalui  proses  pembelajaran  intrakurikuler,
dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan  Kompetensi  Sikap  Spiritual  adalah  “Menerima  dan ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi menjalankan
Sikap Sosial adalah Menunjukan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan proaktif sebagabagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan  bangsa dalam pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui
pembelajaran pelajaran serta kebutuhan dan kondisi siswa Penumbuhan  dan  pengembangan  kompetensi  sikap  dilakukan  sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:

KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN)

KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)

3.     memahami ,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

4.     mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

KOMPETENSI DASAR

KOMPETENSI DASAR

3. memahami karakteristik kewirausahaan (misalnya berorientasi ke masa depan dan berani mengambil risiko) dalam menjalankan kegiatan usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati dan hewani

4. mengidentifikasi karakteristik kewirausahaan berdasarkan keberhasilan dan kegagalan usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati dan hewani

3. Memahami perencanaan usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

4. Menyusun perencanaan usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran



KOMPETENSI DASAR

KOMPETENSI DASAR

3. menganalisis sistem pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati dan pengemasan berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

4. mengolah makanan awetan dari bahan pangan nabati berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

3. memahami perhitungan biaya pengolahan (Harga Pokok Pengolahan) makanan awetan dari bahan pangan nabati

4. menghitung hasil perhitungan biaya pengolahan (Harga Pokok Pengolahan) makanan awetan dari bahan pangan nabati

3. memahami pemasaran produk pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati secara langsung

4. memasarkan produk usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati secara langsung

3. menganalisis proses evaluasi hasil usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati

4. mengevaluasi hasil kegiatan usaha pengolahan makanan awetan dari bahan nabati

3. memahami perencanaan usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan hewani meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

4. menyusun perencanaan usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan hewani meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

3. menganalisis sistem pengolahan makanan awetan dari bahan pangan hewani dan pengemasan berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

4. mengolah makanan awetan dari bahan pangan hewani berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

3. memahami perhitungan biaya pengolahan (harga pokok pengolahan) makanan awetan dari bahan pangan hewani

4. menghitung biaya pengolahan (harga pokok pengolahan) makanan awetan dari bahan pangan hewani

3.10 memahami strategi pemasaran produk usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan hewani secara langsung

4.10 memasarkan produk usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan hewani secara langsung

3.11 memahami proses evaluasi hasil kegiatan usaha pengolahan
makanan awetan dari bahan pangan hewani

4.11 mengevaluasi hasil kegiatan usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan hewani


A. KERAJINAN KELAS XI 

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual adalah “Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial adalah Menunjukan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran  tidak  langsung  (indirect  teaching),  yaitu  keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi siswa.

Penumbuhan  dan  pengembangan  kompetensi  sikap  dilakukan  sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:


KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN)

KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)

3.     memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

4.     mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

KOMPETENSI DASAR

KOMPETENSI DASAR

3. memahami perencanaan usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun datar (sebagai solusi dari masalah lingkungan hidup) meliputide, peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran

4. menyusun perencanaan usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun datar (sebagai solusi dari masalah lingkungan hidup) meliputide, peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran

3. menganalisis sistem produksi kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun datar berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

4. memproduksi kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun datar berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat



KOMPETENSI DASAR

KOMPETENSI DASAR

3. memahami perhitungan titik impas (Break Even Point) usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun datar

4. menghitung titik impas (Break Even Point) usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun datar

3. menganalisis strategi promosi produk usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun datar.

4. melakukan promosi produk usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun datar.

3. menganalisis laporan kegiatan usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun datar

4. menyusun laporan kegiatan usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun datar.

3. memahami perencanaan usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun ruang (sebagai solusi dari masalah lingkungan hidup) meliputide, peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran.

4. membuat perencanaan usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun ruang (sebagai solusi dari masalah lingkungan hidup) meliputide, peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran.

3. menganalisis system produksi kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun ruang berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

4. memproduksi kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun ruang berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.

3. memahami perhitungan titik impas (Break Even Point) usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun ruang

4. menghitung titik impas (Break Even Point) usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun ruang

3. menganalisis strategi promosi produk usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun ruang

4. melakukan promosi produk usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun ruang

3.10 menganalisis laporan kegiatan usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun ruang

4.10 menyusun laporan kegiatan usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun ruang
KELAS XI 

B. pelajaran serta kebutuhan dan kondisi siswa.

Penumbuhan  dan  pengembangan  kompetensi  sikap  dilakukan  sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:


KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN)

KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)

3.     memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

4.     mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

KOMPETENSI DASAR

KOMPETENSI DASAR

3. memahami perencanaan usaha budidaya pembenihan ikan konsumsi meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

4.1  menyusun perencanaan usaha budidaya pembenihan ikan konsumsi meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

3. menganalsisi sistem produksi pembenihan ikan konsumsi berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

4. memproduksi benih ikan konsumsi berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

3. memahami perhitungan titik impas (break even point) usaha budidaya pembenihan ikan konsumsi

4. menghitung titik impas (break even point) usaha budidaya pembenihan ikan konsumsi



KOMPETENSI DASAR

KOMPETENSI DASAR

3. menganalisis strategi promosi usaha budidaya pembenihan ikan konsumsi

4. melakukan promosi produk usaha budidaya pembenihan ikan konsumsi

3. menganalisis laporan kegiatan usaha budidaya pembenihan ikan konsumsi

4. menyusun laporan kegiatan usaha budidaya pembenihan ikan konsumsi

3. menganalisis perencanaan usaha budidaya pembenihan ikan hias meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

4. menyusun perencanaan usaha budidaya pembenihan ikan hias meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

3. menganalisis sistem produksi pembenihan ikan hias berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.

4. memproduksi benih ikan hias berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.

3. memahami perhitungan titik impas (Break Even Point) usaha budidaya pembenihan ikan hias

4. menghitung titik impas (Break Even Point) usaha budidaya pembenihan ikan hias

3. menganalisis strategi promosi usaha budidaya pembenihan ikan hias

4. melakukan promosi produk usaha budidaya pembenihan ikan hias

3.10 menganalisis laporan kegiatan usaha budidaya pembenihan ikan hias

4.10 menyusun laporan kegiatan usaha budidaya pembenihan ikan hias

 REKAYASA

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Rumusan   Kompetensi   Sikap   Spiritual   yaitu   adalah   “Menerima   dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial adalah Menunjukan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro- aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi siswa.

Penumbuhan  dan  pengembangan  kompetensi  sikap  dilakukan  sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut.

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:


KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN)

KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)

3.      memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

4.      mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

KOMPETENSI DASAR

KOMPETENSI DASAR

3.1     memahami proses perencanaan usaha bidang sistem teknik meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

4.1     menyusun perencanaan usaha bidang sistem teknik meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

3.2     menganalisis sistem produksi peralatan sistem teknik berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

4.2     memproduksi peralatan sistem teknik berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

3.3     memahami cara menghitung titik impas (Break Even Point) usaha peralatan sistem teknik

4.3     menghitung titik impas (Break Even
Point) usaha peralatan sistem teknik

3.4     menganalisis strategi promosi

4.4     melakukan promosi produk usaha



KOMPETENSI DASAR

KOMPETENSI DASAR
peralatan sistem teknik
peralatan sistem teknik

3.5     menganalisis laporan kegiatan usaha peralatan sistem teknik

4.5     menyusun laporan kegiatan usaha peralatan sistem teknik

3.6     memahami proses perencanaan usaha bidang konversi energi meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

4.6     menyusun perencanaan usaha bidang konversi energi meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

3.7     menganalisis sistem produksi peralatan konversi energi berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

4.7     memproduksi peralatan konversi energi berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

3.8     memahami cara menghitung titik impas (Break Even Point) usaha peralatan konversi energi

4.8     menghitung titik impas (Break Even Point) usaha peralatan konversi energi

3.9     menganalisis strategi promosi produk usaha bidang konversi energi

4.9     melakukan promosi produk usaha bidang konversi energi

3.10   menganalisis laporan kegiatan usaha bidang konversi energi

4.10   menyusun laporan kegiatan usaha bidang konversi energi



Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Lengkap

PROPOSAL TUGAS AKHIR KARYA SENI (TAKS) KERAJINAN KRAMIK

PERMENDIGBUD EKONOMI REVISI