HANDOUT KEWIRAUSAHAAN

HAND OUT KEWIRAUSHAAN KERAJINAN
TAHUN AJARAN 2016/2017



Nama Guru                : 
Mata pelajaran          : Kewirausahaan Kerajinan
Kelas                           : X IPA



SMA ISLAM AL AZHAR 9 YOGYAKARTA


HAND OUT KEWIRAUSAHAAN KERAJINAN BATIK
Pengertian kerajinan batik Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan.[1] Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009.[2]

Seni pewarnaan kain dengan teknik perintang pewarnaan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM, dengan diketemukannya kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola. Di Asia, teknik serupa batik juga diterapkan di Tiongkok semasa Dinasti T'ang (618-907) serta di India dan Jepang semasa Periode Nara (645-794). Di Afrika, teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba di Nigeria, serta Suku Soninke dan Wolof di Senegal.[4]. Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an.[5]
Budaya batik
Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa pada masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga pada masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", di mana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.
Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Corak Batik

Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga memopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.
Pengertian Kerajinan
Kerajinan adalah sebuah hasil seni karya manusia berupa benda dengan berbagai bentuk dan warna yang mereka sukai. Kerajinan berasal dari kata “rajin”yang berarti benda atau barang yang dihasilkan oleh keterampilan tangan seseorang.
Kerajinan yang dihasilkan oleh tangan manusia terbuat dari berbagai macam jenis bahan, seperti dari bahan tanah liat, bahan dari lilin, kayu, dan lain sebagainya.
Dari kerajinan tersebut bisa menghasilkan sebuah karya seni berupa hiasan atau benda seni sampai menjadi sebuah barang yang layak pakai seperti kendi, dll.
Dalam membuat sebuah kerajinan apapun itu bentuknya, dibutuhkan nilai-nilai yang harus dimiliki oleh pengrajin seperti memiliki nilai keahlian, kecakapan, penguasaan dalam prosespembuatan produk kerajinan, dan imajinasi atau kekreatifitas.
Kerajinan terdiri dari 2 jenis yaitu :


kewirausahaan, wirausaha, apa itu kewirausahaan, ciri ciri wirausaha, dan tujuan kewirausahaan atau wirausaha. Untuk pertama, kita akan menjelaskan tentang pengertian kewirausahaan dan pengertian wirausaha.

Pengertian Kewirausahaan

Pengertian kewirausahaan secara umum adalah kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru atau kreatif dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan nilai lebih.
Menurut Drs. Joko Untoro bahwa kewirausahaan adalah suatu keberanian untuk melakukan upaya upaya memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang, atas dasar kemampuan dengan cara manfaatkan segala potensi yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain
Dalam buku Entrepreneurial Finance oleh J.Leach Ronald Melicher bahwa kewirausahaan adalah sebuah proses dalam merubah ide menjadi kesempatan komersil dan menciptakan nilai (harga) “Process of changing ideas into commercial opportunities and creating value”
Dalam buku Entrepreneurship: Determinant and Policy in European-Us Comparison bahwa kewirausahaan adalah proses mempersepsikan, menciptakan, dan mengejar peluang ekonomi “process of perceiving, creating, and pursuing economic opportunities“. Akan tetapi dikatakan dalam buku tersebut, bahwa proses dari kewirausahaan itu sendiri sulit untuk diukur.
Menurut Bapak Eddy Soeryanto Soegoto bahwa kewirausahaan atau entrepreneurship adalah usaha kreatif yang dibangun berdasarkan inovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru, memiliki nilai tambah, memberi manfaat, menciptakan lapangan kerja dan hasilnya berguna bagi orang lain.

Kerajinan merupakan bagian yang tidak dapat lepas dari kehidupan manusia karena dengan adanya kerajinan, manusia dapat menghasilkan berbagai produk yang sangat bermanfaat bagi kehidupan. Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai suku bangsa sehingga Indonesia sangat kaya dengan berbagai jenis kerajinan. Salah satu produk kerajinan yang sangat banyak dijumpai adalah kerajinan tekstil.

Kerajinan tekstil dibuat dengan bahan dasar berupa serat, baik serat alami yang berasal dari tumbuhan dan hewan, maupun serat buatan atau sintetis. Selain itu, ada pula serat yang dibuat dari bahan tambang jenis asbes dan logam. Proses pembuatan benang menjadi produk tekstil dilakukan dengan cara menenun. Menenun merupakan salah satu teknik pembuatan kain pertama yang diketahui umat manusia. Seiring dengan perkembangan teknologi, tenun kini dibuat dengan cara yang modern.

Pada prinsipnya, Menenun adalah kegiatan menganyam benang lungsi (warp) dan benang pakan (weft) dengan saling bersilangan sehingga menghasilkan suatu jalinan yang kuat. Alat yang digunakan untuk menganyam bahan tekstil adalah mesin tenun. hasil tenunan tersebut kemudian akan menghasilkan kain. Kain yang sudah jadi kemudian dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.

Batik Indonesia mempunyai makna simbolis yang menjadi identitas rakyat Indonesia. Semenjak tahun 2009, batik Indonesia telah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia. Hal ini membuktikan bahwa batik telah mendapatkan pengakuan internasional sebagai karya kerajinan yang sangat tinggi nilainya.

Comments

Popular posts from this blog

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Lengkap

PROPOSAL TUGAS AKHIR KARYA SENI (TAKS) KERAJINAN KRAMIK

PERMENDIGBUD EKONOMI REVISI